Untuk Memperbaiki Tata Kelola Kampus, Fingerprint Mulai Diujicobakan
Mesin absensi Fingerprint yang sudah digunakan dan diletakan di setiap ruangan kelas untuk mahasiswa dan dosen FISIP Unpas , kamis (10/10) (Alvin) |
Lengkong Besar, BPPM Pasoendan -- Memasuki tahun akademik 2019/2020, FISIP Unpas mulai menggunakan Fingerprint
atau presensi sidik jari untuk mendata kehadiran mahasiswanya.
Langkah ini dilakukan oleh pihak fakultas
sebagai upaya menyelaraskan tata kelola kampus dengan program Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi (Ristekdikti) yang sedang melakukan digitalisasi sistem secara nasional.
“Jadi mekanisme kontrol dikti itu dinamakan pangkalan data perguruan tinggi
(PDPT). Jadi semua data di perguruan tinggi itu hari per harinya harus di record
oleh dikti. Tentang bagaimana proses belajar mengajar, kurikulum, karya-karya
dosen, penelitian, dan sebagainya,” ujar Wakil Dekan I FISIP Unpas, Drs.
Kunkunrat M.Si. di ruangannya.
Kunkunrat menambahkan, Fingerprint
itu nantinya berguna sebagai rekap data kehadiran seseorang. Dari rekap data
itu pihak lain semisal perusahaan, bisa melihat track record nya. Apakah
selama masa kuliah, orang tersebut rajin atau tidak hadir di kelas. “Kalau
perusahaan mau rekrut seseorang, bisa diliat PDPT itu. Terbuka sekarang mah.
Duh kuliahnya juga jarang, padahal nilai di ijazah bagus,” Kunkunrat memberi ilustrasi.
Pendataan kehadiran mahasiswa dengan Fingerprint
ini hanya berlaku bagi angkatan 2019. Untuk angkatan sebelumnya masih tetap
dilakukan secara manual, mengisi tanda tangan di daftar hadir. Meskipun
demikian, data manual itu nantinya juga akan di input ke pihak dikti
setelah di proses terlebih dahulu oleh pihak fakultas.
Dengan hadirnya sistem yang baru ini,
Kunkunrat berharap semua berjalan lancar, meskipun masih dalam masa transisi.
“Harapan semua berjalan lancar. Mahasiswa bukan merasa dirugikan, tapi merasa
diuntungkan.” Tutupnya.
Taufik Bakri, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2019,
menyambut baik kehadiran Fingerprint ini. “Jadi bagus buat absensi, anak-anak
jadi rajin masuk kelas. Terus gabisa tipsen (titip absen –red) juga,”
ujarnya.
Azmi
Beri Komentar